Berita HAM

News on the human rights and conflict situation in the Indo-Pacific region.

Laporan HRM berjudul “Tak Ada Jalan Aman Pulang” mengkaji tuduhan adanya jebakan di Tanah Papua

Laporan penelitian setebal 24 halaman berjudul “Tak Ada Jalan Pulang: Sebuah laporan yang mengkaji tuduhan penggunaan alat peledak yang diaktifkan oleh korban di Tanah Papua dalam konteks kewajiban Indonesia berdasarkan Konvensi Larangan Ranjau Anti-Personel” menganalisis lima insiden yang terdokumentasi yang melibatkan dugaan ranjau anti-personel, jebakan peledak, dan alat peledak lain yang diaktifkan oleh korban di Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan antara tahun 2023 dan 2025.

Laporan HRM berjudul “Tak Ada Jalan Aman Pulang” mengkaji tuduhan adanya jebakan di Tanah Papua Read More »

Laporan Triwulanan Papua Triwulan IV 2025: Memaksakan Pembangunan dengan Kekuatan: Jumlah korban melonjak seiring meluasnya operasi militer di seluruh Tanah Papua

Dokumen setebal 10 halaman ini menguraikan berbagai kasus dan perkembangan, termasuk pelanggaran hak asasi manusia beserta polanya, eskalasi konflik bersenjata dan dampaknya terhadap warga sipil, pergeseran politik signifikan di Indonesia

Laporan Triwulanan Papua Triwulan IV 2025: Memaksakan Pembangunan dengan Kekuatan: Jumlah korban melonjak seiring meluasnya operasi militer di seluruh Tanah Papua Read More »

Papua Monitor Q1 2026: Tidak ada upaya meredakan ketegangan karena operasi militer memicu gelombang pengungsian baru

Laporan setebal 11 halaman ini memaparkan berbagai kasus dan perkembangan, termasuk pelanggaran hak asasi manusia beserta pola-polanya; perkembangan konflik bersenjata dan dampaknya terhadap warga sipil; pergeseran politik signifikan di Indonesia

Papua Monitor Q1 2026: Tidak ada upaya meredakan ketegangan karena operasi militer memicu gelombang pengungsian baru Read More »

Pembaruan Pengungsi Internal Maret 2026: Operasi militer yang semakin gencar memicu gelombang pengungsian baru dan meredupkan harapan untuk kembali

Antara Januari dan Maret 2026, para pembela hak asasi manusia dan media lokal memberitakan terjadinya pengungsian internal baru di Tanah Papua akibat serangkaian penggerebekan oleh pasukan keamanan serta meningkatnya kehadiran personel militer di dataran tinggi tengah. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 107.039 warga sipil di berbagai kabupaten masih mengungsi secara internal akibat operasi militer dan konflik bersenjata

Pembaruan Pengungsi Internal Maret 2026: Operasi militer yang semakin gencar memicu gelombang pengungsian baru dan meredupkan harapan untuk kembali Read More »

Laporan Tahunan 2025: Hak Asasi Manusia dan Konflik di Tanah Papua

Situasi hak asasi manusia di Tanah Papua [1] sepanjang tahun 2025 menunjukkan perkembangan kritis dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara negara Indonesia dan penduduk asli Papua. Meskipun pola-pola sistemik tertentu, seperti struktur impunitas hukum dan penindasan terhadap perbedaan pendapat politik yang damai, tetap stagnan, tahun 2025 telah menghadirkan serangkaian pola baru yang agresif yang menunjukkan perubahan signifikan dari dinamika tahun 2024 dan tahun-tahun sebelumnya. Dokumentasi kasus oleh pembelah hak asasi manusia lokal dan aktivis independen menunjukkan bahwa situasi telah beralih dari pemberontakan lokal di dataran tinggi menjadi perang taktik modern yang luas di seluruh dataran tinggi tengah.

Laporan Tahunan 2025: Hak Asasi Manusia dan Konflik di Tanah Papua Read More »

Pembaruan Pengungsi Oktober 2025: Kampanye militer mengganggu kehidupan dan layanan sipil serta menyebabkan pengungsian baru

Antara September dan Oktober 2025, Papua Barat mengalami pengungsian internal yang meluas dan berdampak pada lebih dari 102.966 warga sipil di berbagai kabupaten akibat operasi militer Indonesia dan konflik bersenjata

Pembaruan Pengungsi Oktober 2025: Kampanye militer mengganggu kehidupan dan layanan sipil serta menyebabkan pengungsian baru Read More »

Laporan Triwulanan Papua Triwulan III 2025: Kekerasan dan Impunitas: Pembunuhan dan penangkapan seiring dengan perluasan pasukan keamanan di Tanah Papua

Dokumen setebal 12 halaman ini menguraikan kasus-kasus dan perkembangan yang terjadi, termasuk pelanggaran hak asasi manusia dan polanya, eskalasi konflik bersenjata dan dampaknya terhadap warga sipil, pergeseran politik yang signifikan di Indonesia yang berdampak pada Papua Barat, serta tanggapan dan inisiatif internasional. Laporan ini mencakup periode 1 Juli hingga 30 September 2025.

Laporan Triwulanan Papua Triwulan III 2025: Kekerasan dan Impunitas: Pembunuhan dan penangkapan seiring dengan perluasan pasukan keamanan di Tanah Papua Read More »

Meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi HAM di tengah perluasan kehadiran militer yang signifikan di seluruh dataran tinggi tengah Tanah Papua

iliterisasi sistematis wilayah dataran tinggi Papua Barat sejak Agustus 2025 merupakan transformasi wilayah sipil menjadi zona operasi militer yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang berimplikasi langsung pada eskalasi konflik bersenjata, ekstraksi sumber daya alam, dan pemindahan penduduk.

Meningkatnya kekhawatiran terhadap situasi HAM di tengah perluasan kehadiran militer yang signifikan di seluruh dataran tinggi tengah Tanah Papua Read More »

Laporan Triwulanan Papua Triwulan II 2025: Eskalasi tanpa akuntabilitas: Operasi militer yang semakin intensif di tengah erosi kebebasan sipil

Dokumen setebal 10 halaman ini menguraikan kasus-kasus dan perkembangan yang terjadi, termasuk pelanggaran hak asasi manusia dan polanya, eskalasi konflik bersenjata dan dampaknya terhadap masyarakat sipil, perubahan politik yang signifikan di Indonesia yang berdampak pada Tanah Papua, serta tanggapan dan inisiatif internasional. Dokumen ini mencakup periode dari 1 April hingga 3 Juni 2025, dengan beberapa perkembangan yang terjadi setelah periode tersebut.

Laporan Triwulanan Papua Triwulan II 2025: Eskalasi tanpa akuntabilitas: Operasi militer yang semakin intensif di tengah erosi kebebasan sipil Read More »

Update Pengungsi Internal Agustus’25: Krisis kemanusiaan di tengah operasi militer yang berlangsung

Krisis kemanusiaan di Papua Barat terus berlanjut. Hingga pertengahan Agustus 2025, lebih dari 100.313 orang di Papua Barat masih menjadi pengungsi internal akibat konflik bersenjata antara pasukan keamanan Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Update Pengungsi Internal Agustus’25: Krisis kemanusiaan di tengah operasi militer yang berlangsung Read More »

Masyarakat sipil mendesak pengkajian ulang kesepakatan perdagangan Uni Eropa-Indonesia di tengah masalah hak asasi manusia dan lingkungan

Lebih dari 120 organisasi masyarakat sipil dari Eropa dan Indonesia, termasuk Human Rights Monitor, telah menyerukan kepada Uni Eropa dan Indonesia untuk mengakhiri negosiasi atas usulan Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA). Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Uni Eropa-Indonesia yang sedang dikembangkan kemungkinan besar akan menimbulkan risiko yang signifikan terhadap lingkungan hidup dan hak asasi manusia, terutama bagi masyarakat adat dan kelompok rentan lainnya di kepulauan Indonesia.

Masyarakat sipil mendesak pengkajian ulang kesepakatan perdagangan Uni Eropa-Indonesia di tengah masalah hak asasi manusia dan lingkungan Read More »

Program makan siang sekolah Presiden Probowo memicu protes di Tanah Papua: Aparat kepolisian mengintimidasi, menangkap dan menganiaya murid-murid

Proyek ‘Makanan Bergizi Gratis’ (MBG) yang dipelopori oleh Presiden Prabowo Subianto telah mencapai Papua Barat. Program ini bertujuan untuk menjangkau 2 juta siswa di seluruh Indonesia, dengan peluncuran skala besar dijadwalkan pada tanggal 17 Februari 2025.

Program makan siang sekolah Presiden Probowo memicu protes di Tanah Papua: Aparat kepolisian mengintimidasi, menangkap dan menganiaya murid-murid Read More »

Laporan baru mendokumentasikan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah

Laporan terbaru Human Rights Monitor mengungkap bukti serangan yang meluas dan sistematis terhadap masyarakat sipil asli di Provinsi Papua Tengah, Indonesia selama operasi aparat keamanan pada bulan April 2023. Investigasi ini mendokumentasikan penghancuran infrastruktur sipil, pembunuhan, dan pengungsian massal yang dapat dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan baru mendokumentasikan dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah Read More »

Photo of Ambassador Febrian A. Ruddyard

Pemerintah Indonesia menjawab pengaduan dari lima Prosedur Khusus PBB pada tanggal 5 Mei

Lima Prosedur Khusus Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyurati Pemerintah Indonesia pada bulan Mei 2023 untuk mempertanyakan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintah Indonesia telah menjawab surat tersebut.

Pemerintah Indonesia menjawab pengaduan dari lima Prosedur Khusus PBB pada tanggal 5 Mei Read More »

Laporan HRM “Tumpas habis dulu… Urusan HAM kita bicarakan kemudian” mengungkap serangan militer Indonesia terhadap desa-desa adat di Tanah Papua

Laporan terbaru Human Rights Monitor setebal 49 halaman menggali lebih dalam tentang serangan sistematis tentara Indonesia terhadap desa-desa adat Papua Barat, menyoroti potensi kejahatan terhadap kemanusiaan. Citra satelit menunjukkan 206 bangunan yang hancur dan pemindahan lebih dari 2.000 penduduk asli Ngalum. Dengan perhatian internasional yang sangat dibutuhkan, laporan ini mempertanyakan kepatuhan Indonesia terhadap hukum humaniter internasional.

Laporan HRM “Tumpas habis dulu… Urusan HAM kita bicarakan kemudian” mengungkap serangan militer Indonesia terhadap desa-desa adat di Tanah Papua Read More »

Indonesian soldier taking sefy in front of a church in the Mapenduma District, Nduga Regency, 2019

Update Pengungsi, Juni 2023: Bentrokan bersenjata dan serangan keamanan menyebabkan pengungsian internal baru di Kabupaten Nduga, Intan Jaya, dan Kepulauan Yapen

Bentrokan bersenjata yang sedang berlangsung antara pasukan keamanan Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) telah menyebabkan jumlah pengungsi internal (IDPs) meningkat dan pada saat yang sama menghalangi mereka untuk kembali dengan aman ke rumah mereka.

Update Pengungsi, Juni 2023: Bentrokan bersenjata dan serangan keamanan menyebabkan pengungsian internal baru di Kabupaten Nduga, Intan Jaya, dan Kepulauan Yapen Read More »

Penasihat Khusus Genosida PBB prihatin dengan situasi HAM di Tanah Papua

ada 4 Juli 2023, Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Pencegahan Genosida, Ibu Alice Wairimu Nderitu, dalam pidato pembukaannya pada Pertemuan ke-22, Sesi Reguler ke-53 Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, Swiss, menyatakan keprihatinannya mengenai situasi hak asasi manusia di provinsi-provinsi paling timur di Indonesia.

Penasihat Khusus Genosida PBB prihatin dengan situasi HAM di Tanah Papua Read More »

Lima Prosedur Khusus PBB mengangkat kasus mutilasi serta kasus penyiksaan dan pembunuhan orang asli Papua

Pada tanggal 5 Mei 2023, Lima Prosedur Khusus Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyurati pemerintah Indonesia terkait kasus-kasus kekerasan termasuk pembunuhan di luar proses hukum di Papua. Teks

Lima Prosedur Khusus PBB mengangkat kasus mutilasi serta kasus penyiksaan dan pembunuhan orang asli Papua Read More »